Para pengunjung blog ini yang kami hormati

Terimakasih anda telah mengunjungi blog kami mudah mudahan artikel yang kami berikan bisa bermanfaat bagi anda.
"Tulisan yang indah hanyalah bungkusnya, ikhlas berbagi ialah inti isinya"

Berita

Jumat, 25 Mei 2018

Mengapa Kita Harus Ke Pesantren

Santri Inside
Teryata ini lho pesantren...
Banyak orang menganggap pesantren itu buruk, teloris, sesat. Dalam pembahasan saya kali ini akan membahas siapa itu santri, dan mengapa kita dianjurkan masuk pesantren.
Saya seorang santri yang dulu saat sebelum saya masuk pesantren menganggap pesantren itu tempatnya orang dibuang oleh orang tuanya . Jelas kiranya saat saya dipaksa oleh orang tua saya masuk pesantren saya ogah-ogahan  saya menagis semalaman hendak meminta untuk pulang. Saya ga betah dengan kehidupan di pesantren akhirnya karna lokasi saya jauh dari pemukiman warga dan sayapun tidak tahu cara untuk pulang kerumah di usia saya yg masih kelas satu MT’s saya terpaksa memaksakan diri untuk menetap di pesantrren ini. Dengan rasa berat hati saya jalani program-program yang ada di pesantren ini, tapi tak tau kenapa minggu demi minggu berlalu bulan demi bulan berlalu saya semakin betah di pesantren ini, saya mendapat banyak hal di pesantren ini saya bisa bicara bahasa inggris,  bahasa arab yan yang lebih menakjubkan lagi rangking kelas saya selalu terbaik di antara yang lainya. Alhamdulillah saat saya di pesantren saya mulai sadar akan jalan hidup saya.
      Ketika saya kelas 9 (3 MT’s) saya mendapatkan predikat terbaik di sekolah. Saya juga pernah dipercayai menjadi ketua OSIS. Tiba tiba saya tidak percya akan keputusan orangtua saya bahwa saya akan dipindahkan oleh orang tua saya ke sebuah pesantren di daerah tangerang . seketika itu saya menangis dan terus mendekam di dalam pesantren karna bagi saya pesantren ini adalah segalanya. Pesantren yang telah mengajarkan bagaimana ahlak kita pada guru, pada teman sebaya, pada adik yang lebih kecil, bayangkan bila saya sekolah dirumah? akan jadi apa saya nanti, melawan pada orang tua, dugem, minum2an keras, ikut gank motor pastinya masa depan saya tak ada alagi. Maka dari itu pesantren ini merupakan titik ledak saya menjadi seorang yang bermanfaat untuk oranag lain.


      Setelah saya SMA pun begitu alhamdulillah, pesantren yg saya tempati di daerah tangerang membuat saya menjadi saya lebih berprestasi dengan mengikuti beberapa lomba di  daerah jakarta, tangerang, dan perlombaan yang di adakan di pesantren, alhamdulillah pesantren mengajarkan banyak arti dalam hidup saya. Terakhir dalam pesantren saya menemukan satu gambaran mengapa kita harus ke pesantren.

Santri Ialah Revolusioner Terbaik

Santri Ialah Revolusioner Terbaik
Rumusnya:

                            Ulat             (Seorang anak yang mengikuti ortunya)
Kepompong  (Sebuah Pesantren)
Kupu-kupu    (Output ialah para Revolusioner) 

ULAT
      Saat seorang anak terus mengikuti orang tuanya dirumah, ia bagaikan ulat yang melata yang menurut orang banyak menjijikan banyak orang benci dengan binatang ini karna ia merugikan tumbuhan. Jalanya saja lamban bisa dipastikan susah untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Ketika sang anak ulat berkata pada ibunya “ ibu aku akan terbang melintasi langit tapai bagai mana caranya” sang ibu ulat berkata “ kau harus berubah nak, kau harus sukses bila ingin terbang menikmati indahnya dunia ini” saat itulah si ulat masuk kesebuah pesantren (kepompong) dengan perbekalan yang cukup iya berdoa pada allah untuk menjadikanya ulat yang sukses amin. Halnya manusia allah berfirman: sesungguhnya allah telah membuat perumpamaan di dunia ini, bagi orang-orang yang berfikir.

*    KEPOMPONG
       Saat seorang anak menjalani kehidupan di sebuah pesantren, ia mengalami banyak kesulitan. Tidur tak nyaman makan terbatas terlalu banyak pakasaan untuk belajar tidak bisa keluar (pulang). Inilah layaknya seekor ulat yg ada di dalam kepompong, ia sulit intuk tidur dikarnakan tempat yang terbatas, setiap harinya si ulat belajar membuat sayapnya agar indah di pandang orang, dan kau tau saudara ulat tidak akan keluar dari kepompongnya sebelum dia menjadi ulat berhasil, bahkan si ulat dalam kepompong berpuasa selama 21 hari. Bayangkan saudara telah berapakah usaha kita untuk menjadi orang yang berhasil? Dibandingkan dengan ulat yang tak punya akal pikiran itu. Inilah makna sebuah pesantren. ialah sebagai tempat revolusi terbaik menurut saya.
*    KUPU-KUPU
           Alhamdulillah inilah output sebuah pesantren ialah seorang revolusioner yang akan memajukan negri ini dari keterpurukan. Seekor kupu-kupu yang indah di pandang orang ia bisa terbang keman asaja yang ia mau, bahkan saat ia hinggap diaatas bunga ia bisa bermanfaat untuk alam sekitar, dengan menggoyangkan serbuk sari pada bunga, inilah santri inside, bukan hanya nama tapi keilmuan dan ahklaknya dibanggakan oleh manusia bahkan oleh allah SWT. Tak terfikirkan oleh orang banyak begitu luarbiasanya menjadi seorang santri. Bahkan rasulullahpun meesantren disebuah gua yang bernama gua hira, dan disanalah rasul bermunajat dan mendapatkan ayat al quraan yag bermakana cinta allah padanya dan kewajiban kita belajar didalamnya.
      Saudara-saudaraku yang aku cintai, allah berfirman “rabbanaa maa kholakta hadza wamaa kunna lahuu mukriniin” Artinya “yaa allah tidak kau ciptakan semua ini dengan sia-sia” benarkan?  Itulah pesantren. Saat saya menulis artikel ini saya sedih karna begitu dasyatnya kuasa allah, demi allah ini bukan pemikiran saya sendiri inilah yang dipaparkan allah kepada saya saat saya sedang dzikir di sebuah majelis dzikir. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang di cintainya amin.

    Hasbulallah....
    Muhamad IqbalTawakal

Minggu, 01 Juli 2012

5 Rahasia Puasa di Bulan Ramadhan



Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan dan sangat ditunggu. Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah ramadhan, banyak amalan, kedahsyatan dan manfaat yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak.

Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah ramadhan.

Dr. Yusuf qardhawi dalam kitabnya al ibadah fil islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah ramadhan.

1. Menguatkan Jiwa. 
Dalam hidup hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. 

Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada allah swt sebagai tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-nya yang artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-nya (qs 45:23).

Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan oleh allah swt, rasulullah saw bersabda yang artinya:

Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: Orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi (hr. Tirmidzi).

2. Mendidik Kemauan. 
Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, rasulullah saw menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.

3. Menyehatkan Badan. 
Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh rasulullah saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.

4. Mengenal Nilai Kenikmatan. 
Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh. 

Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. 

Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya, allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala tuhanmu memaklumkan: “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-ku), maka sesungguhnya azab-ku sangat pedih (qs 14:7).

5.mengingat dan merasakan penderitaan orang lain. 
Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di ambon atau maluku, aceh dan di berbagai wilayah lain di tanah air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di chechnya, kosovo, irak, palestina dan sebagainya. 

Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, pi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya. Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan allah maha mendengar lagi maha mengetahui (qs 9:103).

Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah ramadhan itu berat.

Kegembiraan terhadap datangnya bulan ramadhan harus kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan ramadhan tahun sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada allah swt, sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari allah swt bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justeru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari allah swt.

Jumat, 13 April 2012

Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan



Salah satu sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi teladan untuk lebih bersemangat dalam bersedekah di bulan Ramadhan adalah karena bersedekah di bulan ini lebih dahsyat dibanding sedekah di bulan lainnya. Diantara keutamaan sedekah di bulan Ramadhan adalah:

1. Puasa digabungkan dengan sedekah dan shalat malam sama dengan jaminan surga.

Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang agung, bahkan pahala puasa tidak terbatas kelipatannya. Sebagaimana dikabarkan dalam sebuah hadits qudsi:

كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به

“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151)

Dan sedekah, telah kita ketahui keutamaannya. Kemudian shalat malam, juga merupakan ibadah yang agung, jika didirikan di bulan Ramadhan dapat menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه

“Orang yang shalat malam karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no.37, 2009, Muslim, no. 759)

Ketiga amalan yang agung ini terkumpul di bulan Ramadhan dan jika semuanya dikerjakan balasannya adalah jaminan surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إن في الجنة غرفا يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها أعدها الله لمن ألان الكلام وأطعم الطعام وتابع الصيام وصلى بالليل والناس نيام

“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946)

2. Mendapatkan tambahan pahala puasa dari orang lain.

Kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika kita bisa menambah pahala puasa kita dengan pahala puasa orang lain, maka pahala yang kita raih lebih berlipat lagi. Subhanallah! Dan ini bisa terjadi dengan sedekah, yaitu dengan memberikan hidangan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)

Padahal hidangan berbuka puasa sudah cukup dengan tiga butir kurma atau bahkan hanya segelas air, sesuatu yang mudah dan murah untuk diberikan kepada orang lain.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan beberapa tamr (kurma kering), jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi, 696)

Betapa Allah Ta’ala sangat pemurah kepada hamba-Nya dengan membuka kesempatan menuai pahala begitu lebarnya di bulan yang penuh berkah ini.

3. Bersedekah di bulan Ramadhan lebih dimudahkan.

Salah satu keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan adalah bahwa di bulan mulia ini, setiap orang lebih dimudahkan untuk berbuat amalan kebaikan, termasuk sedekah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia mudah terpedaya godaan setan yang senantiasa mengajak manusia meninggalkan kebaikan, setan berkata:

فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Qs. Al A’raf: 16)

Sehingga manusia enggan dan berat untuk beramal. Namun di bulan Ramadhan ini Allah mudahkan hamba-Nya untuk berbuat kebaikan, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة ، وغلقت أبواب النار ، وصفدت الشياطين

“Jika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no.3277, Muslim no. 1079)

Dan pada realitanya kita melihat sendiri betapa suasana Ramadhan begitu berbedanya dengan bulan lain. Orang-orang bersemangat melakukan amalan kebaikan yang biasanya tidak ia lakukan di bulan-bulan lainnya. Subhanallah.

Adapun mengenai apa yang diyakini oleh sebagian orang, bahwa setiap amalan sunnah kebaikan di bulan Ramadhan diganjar pahala sebagaimana amalan wajib, dan amalan wajib diganjar dengan 70 kali lipat pahala ibadah wajib diluar bulan Ramadhan, keyakinan ini tidaklah benar. Karena yang mendasari keyakinan ini adalah hadits yang lemah, yaitu hadits:

يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة ، و قيام ليله تطوعا ، و من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ، و من أدى فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه ، و هو شهر الصبر و الصبر ثوابه الجنة ، و شهر المواساة ، و شهر يزاد فيه رزق المؤمن ، و من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه ، و عتق رقبته من النار ، و كان له مثل أجره من غير أن ينتقص من أجره شيء قالوا : يا رسول الله ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم ، قال : يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على مذقة لبن ، أو تمرة ، أو شربة من ماء ، و من أشبع صائما سقاه الله من الحوض شربة لايظمأ حتى يدخل الجنة ، و هو شهر أوله رحمة و وسطه مغفرة و آخره عتق من النار ،

“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan buka  kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa (itu) sedikitpun.” Kemudian para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai buka orang yang berpuasa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan buka dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah (no. 1887) dan Al Ash-habani dalam At Targhib (178). Hadits ini didhaifkan oleh para pakar hadits seperti Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib (2/115), juga oleh Dhiya Al Maqdisi di Sunan Al Hakim (3/400), bahkan dikatakan oleh Al Albani hadits ini Munkar, dalam Silsilah Adh Dhaifah (871).

Ringkasnya, walaupun tidak terdapat kelipatan pahala 70 kali lipat pahala ibadah wajib di luar bulan Ramadhan, pada asalnya setiap amal kebaikan, baik di luar maupun di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah 10 sampai 700 kali lipat. Berdasarkan hadits:

‏إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها فعملها كتبها الله له عنده عشر حسنات إلى سبع مائة ضعف إلى أضعاف كثيرة

“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna.  Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no.1955)

Oleh karena itu, orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat karena sedekah adalah amal kebaikan, kemudian berdasarkan Al A’raf ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatkan-gandakan lagi sesuai kehendak Allah. Kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai keutamaan sedekah. Lalu jika ia mengiringi amalan sedekahnya dengan puasa dengan shalat malam, maka diberi baginya jaminan surga. Kemudian jika ia tidak terlupa untuk bersedekah memberi hidangan berbuka puasa bagi bagi orang yang berpuasa, maka pahala yang sudah dilipatgandakan tadi ditambah lagi dengan pahala orang yang diberi sedekah. Jika orang yang diberi hidangan berbuka puasa lebih dari satu maka pahala yang didapat lebih berlipat lagi.

Subhanallah…

Ayo jangan tunda lagi…
berbagikarya.blogspot.com

Kamis, 02 Februari 2012

5 LANGKAH SUKSES MENJADI SISWA BERPRESTASI


PONDOK PESANTREN DARUSSALAM LEMPUYANG
Pimpinan Pon-Pes Darussalam
INDRAMAYU
Sebuah pesantren yang bertempat di dusun gribig desa lempuyang ini
di pimpin oleh seorang kiayi lulusan pesantren termas jawa timur bernama
K. Muhammad Yasin Husain. Pesantren berbasis salafi yang santrinya datang dari berbagai pelosok daerah.

Acara PHBI
Diberitahukan kepada seluruh pengunjung blog yang kami hormati kami selaku panitia PHBI (Perayaan Hari Besar Islam) yakni maulid nabi Muhammad SAW. yang akan dirayakan pada:
waktu             :  11-12 Febuari 2012
Tempat           :  Kampus Pondok Pesantren Darussalam
Penceramah   : KH. Lukmanul Hakim (pengasuh pesantren termas jawa timur)
kehadiran anda semua begitu berarti bagi kami semua, terimakasih atas perhatianya.
hasbunallah...
Santri Inside

Mulailah dari menjawab sebuah pertanyaan : Apakah kamu ingin sukses belajar di sekolah ? Pasti semuanya mau, dong. Kecuali, bila kamu mau dibilang “aneh” oleh teman-temanmu sesama pelajar. Mengapa ? Ya iyalah, kamu adalah pelajar. Tugas utamanya adalah belajar. Bukan yang lain-lain !
Masa iya, pelajar tugasnya malah “kurang ajar”. Tentu, kamu tidak begitu, bukan ? Apa kata guru kamu nanti. Kamu tidak mau bukan menjadi seorang pelajar yang hanya membuat guru-guru kamu tidak nyaman berada di ruang kelas ? Hayo… siapa yang suka “diomeli” oleh gurunya sendiri ? Ngacung !
Jika kamu tidak mau, syaratnya cuma satu. Kamu perlu menjadi pelajar yang sukses dalam belajar. Mau lebih tahu, bagaimana caranya ? Ini kuncinya !
Pertama, milikilah tekad untuk sukses belajar. Jika kamu telah memiliki kemauan atau keinginan untuk sukses belajar, maka tingkatkan lagi untuk menjadi sebuah tekad sukses belajar. Apa bedanya ? Keinginan, hampir pasti dimiliki oleh setiap orang. Namun, itu masih bersifat pasif. Semua orang pasti bisa dengan mudah untuk sekadar mengatakan melalui bibirnya, “Aku ingin…”.
Sementara tekad adalah keinginan yang kuat dan bulat, bagaimana caranya agar keinginan itu dapat dicapai. Tekad adalah keinginan seseorang yang membuatnya bersedia untuk aktif dan pro aktif untuk meraih apa yang diinginkan. Tekad adalah keinginan seseorang yang disertai dengan kesediaan untuk memenuhi segala persyaratan agar keinginan itu dapat tercapai. Bahkan, bila perlu, tekad membuat seseorang bersedia untuk mengorbankan keinginan yang lainnya demi sebuah keberhasilan. Tekad adalah keinginan yang sungguh-sungguh untuk diraih dan diwujudkan oleh seseorang.
“Tekad, adalah yang membedakan keinginan seseorang, apakah keinginan tersebut merupakan sebuah kesungguhan atau hanya sekadar lamunan…”
Kedua, yakinlah, bahwa setiap pelajar dapat meraih sukses belajar. Banyak hal ketidaksuksesan yang diterima oleh seseorang, pertama-tama lebih disebabkan oleh karena dirinya tidak yakin dapat meraih kesuksesan itu sendiri. Ini berlaku pula buat kamu, sebagai pelajar. Ketidakyakinan bisa bermula dari anggapan bahwa dirinya bukanlah tipe pelajar yang pintar. Namun, simaklah baik-baik :
“Tidak ada pelajar yang bodoh, kecuali hanya ada pelajar yang malas dalam belajar !”
“Bukan tipe pelajar pintar” hanyalah merupakan satu dari sekian banyak alasan yang menghalangi seorang pelajar dapat meraih kesuksesan belajar. Masih banyak alasan yang lainnya. Antara lain, alasan kondisi keluarga yang tidak mendukung, lah…, alasan gurunya yang katanya kurang enak dalam mengajar sih… alasan keadaan sekolah yang kurang kondusif, kek…., hingga alasan lain yang dapat kamu temukan setelah dicari-cari. Sejumlah daftar alasan itu kian bertambah panjang, betul ?. Perhatikan kata-kata berikut ini :
“Orang yang gagal selalu sibuk dengan beragam alasan, sementara orang yang berhasil akan lebih fokus pada upaya mencari cara agar tekadnya dapat tercapai…”.
Ketiga, kelola diri sendiri dengan sebaik-baiknya. Pengelola (manajer) terbaik bagi hidup kamu, adalah diri kamu sendiri. Siapakah manajer terjelek dalam hidup kamu ? Pastinya, adalah diri kamu juga ! Jika kamu tidak dapat mengelola diri sendiri dengan baik, atau bahkan hidup kamu tidak terkelola sama sekali. Orang sunda bilang, “hirup teu puguh…”.
Maka, jadilah pengelola terbaik atas diri sendiri, agar dapat meraih apa yang kamu inginkan secara sungguh-sungguh. Mengapa, harus orang lain atau teman yang mengelola dan mengatur hidup kamu ? Aneh, bukan ? Aturlah diri sendiri, kelola waktu, kapan harus belajar, kapan boleh bermain, atau kapan sekadar cuma bersenang-senang. Mana yang harus lebih dahulukan, mana yang bisa ditunda, atau mana yang dapat dikesampingkan terlebih dahulu. Mana yang harus diberikan porsi yang lebih, mana yang porsinya biasa saja. Jangan berlaku sebaliknya !
“Betapa banyak, seseorang yang ingin meraih keberhasilan, namun ia justru memilih cara-cara yang telah terbukti hanya akan membawanya pada kegagalan….”.
Keempat, bacalah buku pelajaran. Pahami, dan catatlah hal-hal yang kurang dimengerti. Lalu, berlatihlah mengerjakan tugas atau soal-soal latihan. Kamu hanya perlu berlaku jujur pada diri kamu sendiri. Jadilah penilai atas diri sendiri saat kamu mengerjakan tugas atau soal-soal latihan. Seberapa jauhkah, kamu menguasai materi pelajaran yang telah kamu baca ?
Kamu harus mampu mengerjakan latihan soal dengan benar, minimal 65 % dari jumlah soal, tanpa kamu melihat kembali materi yang telah dibaca. Jika masih banyak soal yang belum mampu dikerjakan dengan benar, maka ulangi lagi kamu membaca, dan kerjakan lagi soal-soalnya, hingga kamu mencapai sekurangnya angka 90 % soal dapat dijawab dengan benar.
Tentu ada masalah yang akan kamu hadapi selama belajar. Atasi masalah itu dengan sebaik-baiknya. Bila perlu, pelajari kembali materi pelajaran sebelumnya yang dianggap belum kamu kuasai. Karena, hal itu akan selalu menghambatmu dalam belajar. Kamu, hanya perlu tambahan waktu untuk belajar. Hal-hal lain yang belum kamu kuasai, dapat pula ditanyakan pada guru saat mengajar di kelas. Biasakan kamu bertanya kepada guru atas materi yang belum kamu kuasai.
“Tidak ada kesuksesan belajar, tanpa kamu suka membaca dan berlatih. Atasi kesulitan belajar kamu sendiri. Lalu, biasakanlah bertanya. Kebiasaan bertanya adalah bagian dari kesuksesan dalam belajar !”
Kelima, kuasai materi pelajaran jauh lebih awal. Apa maksudnya ? Usahakan, kamu telah membaca dan berlatih tentang suatu materi pelajaran, jauh-jauh hari sebelum materi pelajaran tersebut diajarkan oleh guru di kelas. Bila perlu, kamu telah menguasai materi pelajaran pada seminggu sebelum diajarkan (H-7 atau Minggu/M-1), atau satu bulan sebelum materi diajarkan (Bulan/B-1). Hindarkan kebiasaan buruk, belajar saat semalam hendak ada ulangan keesokan harinya. Jauhi kebiasaan belajar di kelas, dengan tanpa persiapan, tanpa sedikitpun memori materi pelajaran yang akan dipelajari.
Lebih baik lagi, bila kamu pun berusaha menguasai lebih banyak lagi materi pelajaran. Caranya ? Kamu pelajari lagi dengan membandingkan buku-buku lain selain buku paket yang telah disediakan. Kamu perlu mengerjakan soal latihan yang lebih banyak lagi, dari buku-buku yang lain, soal-soal yang lain dan seterusnya. Bukankah, keberhasilan seorang juara terlebih dahulu harus ditempuh melalui porsi latihan yang lebih berat dan lebih banyak lagi ? .
“Tidak ada sesuatu kesuksesan yang mustahil untuk diraih, kecuali kamu hanya perlu mengatur waktu dan berusaha keras untuk meraihnya….”
Yakinlah, jika orang lain bisa, kenapa kamu tidak ? Selanjutnya, cobalah kamu untuk memulainya….. ***